BELA NEGARA BUDAYA / JATI DIRI BANGSA DI LINGKUNGAN TULUNGAGUNG
BELA NEGARABUDAYA / JATI DIRI BANGSA DI LINGKUNGAN TULUNGAGUNG
Nama :MUHAMMAD ARDI WIRAWAN
NPM :23012010096
Kelas :BELA NEGARA G113
1.TARI REOG KENDANG
Tari Reog Kendang adalah tarian khas Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang menggambarkan arak-arakan prajurit khediriraya mengiringi pengantin Ratu Kilisuci. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui tentang Tari Reog Kendang:
Tari Reog Kendang merupakan tarian kelompok yang menggunakan kendang sebagai properti utama. Jumlah penari biasanya sama dengan jumlah kendang, yaitu enam, yaitu Kendang 1, Kendang 2, Trinting, Imbal 1, Imbal 2, dan Keplak. Tari Reog Kendang diiringi musik dan lagu Jawa, seperti kenong, gong, terompet, Gandariya, Angkleng, Loro-loro, Pring Padapring, dan Ijo-ijo. Tari Reog Kendang diciptakan pada tahun 1978. Tari Reog Kendang hanya populer di daerah asalnya saja. Tari Reog Kendang merupakan gubahan dari tari rakyat.
2.MAKANAN : AYAM LODHO
Ayam lodho adalah salah satu hidangan dari daging ayam yang berasal dari Tulungagung. Hidangan ini adalah hidangan tradisional yang dikonsumsi sehari-hari dan digunakan sebagai sajian tradisi selamatan. Ayam lodho dimasak dengan cara memanggang atau membakar ayam kampung hingga empuk, lalu direbus dalam kuah dari santan dan bumbu-bumbu lainnya. Hidangan ini memiliki cita rasa gurih dan pedas yang berasal dari santan dan rempah-rempah yang digunakan. Umumnya disajikan dengan sega gurih atau nasi gurih (sejenis nasi uduk).
3.TRADISI : ULUR-ULUR
Tradisi Ulur-ulur merupakan ungkapan syukur masyarakat desa sekitar Telaga Buret kepada Tuhan, atas melimpahnya air dari telaga Buret. Air yang melimpah tersebut sangat berarti bagi irigasi pertanian di empat desa sekitar, yaitu Desa Sawo, Desa Gamping, Desa Ngentrong, dan Desa Gedangan yang terletak di kabupaten tulungagung.
4.MUSEUM : WAJAKENSIS
Museum Wajakensis adalah sebuah museum yang terletak di Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Pendirian Museum Wajakensis bertujuan untuk mengoleksi benda cagar budaya yang ditemukan di situs percandian Kabupaten Tulungagung terutama fosil manusia purba yang disebut Homo wajakensis. Museum Wajakensis didirikan pada akhir tahun 1996.
5.BUDAYA : TAYUB
Ada yang mengenalnya dengan sebutan Lelangen Beksa, tayub Tulungagung merupakan suatu adat istiadat yang bisa turut memperkenalkan ke mata dunia.Lelangan Beksa merupakan nilai-nilai yang diajarkan dalam masyarakat Jawa, atau petuah yang selalu disampaikan saat ada hajatan atau acara-acara resmi.Sayangnya, acara tayub masih identik dengan arena minuman keras sehingga bagi sebagian masyarakat tayub dianggap seni wong abangan.
.jpg)




Komentar
Posting Komentar